Warga Desa Ini Tanam 111 Pohon Setiap Ada Bayi Perempuan Lahir

MENJANGAN.ID — Di desa kecil Piplantri, Rajashtan, India, tiap ada bayi perempuan lahir, warga desa gotong royong menanam 111 pohon untuk menyambutnya. Bolehlah kau sebut itu sebagai selametan atau syukuran.

Tradisi ini dimulai oleh mendiang mantan kepala desa, Pak Shyam Sundar Paliwal, untuk mengenang putrinya yang mati muda. Ternyata tradisi ini menyentuh hati warga desa dan tetap dilestarikan hingga kini. Sejak enam tahun belakangan, terhitung sudah ada setengah juta pohon yang tertanam.

Tak hanya itu, sebagaimana umumnya ketika ada kelahiran, masyarakat pun menyumbang finansial. Namun caranya khas, setiap bayi perempuan lahir, mereka akan mengumpulkan uang sampai 31.000 rupee atau sekitar 500 dolar (enam jutaan rupiah), yang mana sepertiganya (dua jutaan rupiah) berasal dari orang tua si bayi.

Buat apa? Sebagai tabungan si anak sampai usianya 20 tahun. Jadi bukan untuk dibelikan macam-macam. Artinya, tiap warga desa punya infaq terhadap tiap anak perempuan yang tumbuh di desa itu.

Tradisi ini tidak hanya menjadi langkah ampuh pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi langkah sosial yang radikal dalam hal pembelaan hak-hak anak perempuan. Pasalnya, di beberapa wilayah India konon anak perempuan masih dianggap beban bagi keluarga sebab biaya pernikahan yang mahal.

Bagaimana dengan kita di Indonesia? Sepuluh pohon untuk satu anak rasanya juga sudah lumayan ya. [Menjangan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *