Tahukah Anda? Mengupil Baik Untuk Kesehatan, Ini Alasannya!

MENJANGAN.ID – Siapa sih yang tak suka ngupil? Dari tukang martabak sampai presiden pasti pernah ngupil. Selain ada kenikmatan tersendiri, sensasi ngupil tidak bisa tergantikan dengan aktivitas lain. Jika ada sesuatu yang terasa mengganjal di dalam lubang hidung, pastilah secara reflek jari kita akan bergerilya di gelapnya lubang hidung.

Mengupil adalah kegiatan universal yang dilakukan oleh seluruh umat manusia lintas ras, bangsa, keyakinan, maupun budaya. Yakni dengan memasukkan salah satu jari tangan ke dalam lubang hidung untuk mengambil kotoran dari dalamnya, atau sekedar untuk menggaruknya. Tentu saja jari yang biasa digunakan adalah kelingking atau telunjuk. Susah kalau menggunakan jempol tangan, apalagi jempol kaki.

Bisa dikatakan bahwa mengupil adalah panggilan alam, yakni sesuatu yang wajar dilakukan manusia sebagai hal alamiah. Sama hanya dengan kentut, menggaruk badan yang gatal, kencing atau berak.

Oiya, berdasarkan pada teksturnya, ada dua jenis harta karun di dalam lubang hidung. Yakni ingus dan upil. Ingus adalah sejenis lendir lengket yang perannya sangat besar dan tidak bisa diremehkan. Manusia bisa mengenal jenis-jenis aroma atas jasa lendir lengket ini. Ingus menghubungkan lebih dari 100 reseptor bau dalam rongga hidung manusia. Lendir ini juga berfungsi menangkap partikel-pertikel yang terhisap, seperti debu atau serbuk tanaman, kemudian melarutkannya. Sedangkan upil adalah ingus yang telah mengering dan biasanya menempel di dinding rongga hidung bagian dalam.

Namun aktivitas ngupil agaknya dianggap sebagai sesuatu yang jorok. Apalagi jika jari setelah dipakai ngupil kemudian dijilat, pasti akan dianggap sangat jorok. Menurut penelitian Stefen Gates dalam bukunya, Gastronaut, mengungkapkan bahwa 44% orang yang telah ia tanyai mengakui telah memakan upil mereka sendiri, dan mereka suka.

Nah, tahukah Anda? Bahwa mengupil dan menjilati hasil mengupil memiliki beberapa manfaat kesehatan. Hal ini dikemukakan oleh Profesor Scott Napper, seorang ahli biokimia di University of Saskatchewan (Kanada), “Dengan mengonsumsi patogen yang terperangkap di dalam lendir, mungkinkah itu cara untuk melatih sistem kekebalan tubuh Anda,” katanya.

Memang aneh, namun hal ini bukanlah pendapat sembarangan, sebab didasarkan pada hasil penelitian ilmiah. Bahwa ada unsur kimiawi di dalam kandungan ingus kita yang bisa menjaga gigi dari bakteri penyebab grupis. Dan unsur kimiawi tersebut tidak bisa berfungsi jika tidak masuk ke dalam rongga mulut. Itulah sebabnya ingus anak-anak kecil masih meler dan mencapai mulut, kemudian dalam jumlah tertentu masuk ke dalam rongga mulut, sehingga berfungsi menguatkan gigi mereka.

“Mengonsumsi upil yang dikorek dari lubang hidung merupakan cara ampuh untuk memperkuat sistem daya tahan tubuh. Secara medis, hal tersebut merupakan sesuatu yang alamiah. Lagipula dalam kaitannya dengan sistem imun, lubang hidung adalah saringan dimana bakteri terkumpul dan bercampur. Nah, ketika campuran ini bisa sampai ke usus, maka ia akan berfungsi selayaknya obat,” ujar ahli pulmonologi (ilmu tentang gangguan paru-paru dan pernapasan) di Privatklinik Hochrum Innsbruck (Austria), Professor Friedrich Bischinger.

Meski demikian, kita memang harus tetap bijak dalam mengupil. Meskipun punya alasan medis –yang masih harus terus dibuktikan- sebagaimana disebutkan di atas, kita juga punya norma sosial yang sangat menjunjung tinggi kepantasan dan kesopanan. Rasanya akan sangat tidak sopan jika kita mengupil di depan orang tua, guru, atau atasan, apalagi kemudian memakan upilan itu dan berkata cuek, “Sedaaaap!”

*Diolah oleh Menjangan dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *