Pengalamanku Sembuhkan Katarak Dengan Daun Kitolot

Oleh: Karmani Soekarto

Katarak sudah sembuh oleh tetesan bunga kitolot sejak 23 Desember 2016, aku membutuhkan jeda waktu demikian lama sebagai testimoni, bahwa selama kurun waktu lebih setahun tersebut tidak ada gangguan yang berarti terhadap mata kananku. Sangat sulit untuk membuktikan bahwa Bunga Kitolot mampu menyembuhkan gangguan mata plus, mata minus maupun katarak, hanya Kata Orang; mereka kebanyakan berhenti pada tataran tidak melanjutkan karena tidak tahan terhadap rasa perih sementara gangguan mata plus atau mata minus sudah dianggap tidak seberaoa mengganggu penglihatan.

Sedangkan, bagi penderita katarak yang terkena kebanyakan saat seseorang mencapai umur diatas 65 tahun, jadi bila seseorang tidak mencapai umur tersebut karena panggilan sang khaliq jelas tidak pernah mampu bercerita tentang katarak atau terlanjur sudah operasi mengganti lensa mata.

Atau kemungkinan lain enggan menulis dan mengunggah ke dunia maya untuk berbagi kepada sesama. Atau sesuatu yang luar biasa seseorang dapat terkena katarak sebelum mencapai umur 65  tahun, misalnya karena pengaruh penggunaan obat obatan tertentu, obat darah tinggi misalnya.

Nah mari kita mulai.

Katarak pada usia lanjut.

Aku bukanlah seorang dokter maupun paramedis namun aku hanya orang biasa yang memiliki hobi atau kegemaran menulis, utamanya Novel.

Menulis membutuhkan mata prima,  mata adalah modal yg sangat  bernilai bagiku, oleh karena itu gangguan pada salah satu indera penglihatan, besar pengaruhnya terhadap hasil suatu tulisan, salah salah tidak mampu menyelesaikan karya nyataku.

Saat aku tulis artikel ini, hatiku dalam keadaan galau, bagamana tidak, Jamu Herbal yg biasa aku minum selama kurun waktu beberapa tahun saat asam urat kambuh ternyata tidak dapat aku hentikan, aku baru sadar bahwa jamu yang tak terdaftar di BPOM ini dapat dipastikan mengandung Kortiko Steroid yg memiliki ciri asam urat atau sakit pada tulang, otot juga sendi rasa sembuh dalam hitungan beberapa jam dan menjadikan segar dan bersemangat dalam keseharian.

Kini giliran aku berkeinginan menghentikan per 19 Agustus 2016 ternyata tidak mampu, harus bertahap, tubuh sakit semua, sakit yang dulu pernah tersembuhkan oleh jamu ini muncul secara bersamaan, lutut kiri, mata kaki kiri dan mata kaki kanan bengkak, praktis aku tidak mampu berjalan, berdiripun harus menggunakan penyangga, walker. Jadi sudah berjalan hampir 7 minggu aku belum berhasil menghentikan jamu itu. (Nanti akan kususulkan tersendiri pengaruh Kortiko Stetoid.)

Dalam keadaan hati galau mata kananku mengalami gangguan sejak 12 Agustus 2016, yang aku kira biasa biasa saja, ya ampun selang seminggu kemudian dalam keadaan tubuhku juga sakit karena penghentian jamu yang mengandung steroid itu pandanganku semakin kabur, mata kanan rasa sipit, penglihatan mata sebelah kanan terhadap benda berkurang besarnya hingga 20%. Sehingga suatu benda nampak dua karena penglihatan terhadap suatu benda berbeda presentasenya antara mata kanan dan mata kiri. Karena aku tidak mampu berjalan ke dokter aku belum bisa berobat serta meyakini ini pasti Katarak, sesuai dengan umurku 71 tahun, juga sebagai akibat minum jamu yang mengandung Steroid itu dalam jangka panjang mempercepat gangguan terhadap mata.

Aku segera menghubungi teman-teman siapa tahu pernah mengalami Katarak, pertama teman bekerja sekantor dulu; malahan beberapa di antara mereka menyarakan agar Operasi Katarak karena tidak ada obat yang manjur kecuali operasi, saran ini semakin membuat hatiku gelisah.

Beberapa saat setelah Browsing Internet, aku  menghubungi melalui email Klinik Mata menanyakan biaya operasi. Aku mendapatkan info besaran biaya berkisar antara 6-9 Juta sesuai dengan permintaanku agar disamakan harga temanku yg sudah operasi duluan, aku berjanji setelah mampu berjalan akan datang ke Klinik tsb.

Kemudian aku ke Apotik utk membeli OTM, obat tetes mata guna menghambat berkembangnya katarak sementara aku belum mampu berjalan tetapi mampu menyetir dalam komplek tempat tinggalku dan mampu berjalan tertatih tatih beberapa puluh langkah, diberilah aku merk Kary Uni yang kalau ditetesi dengan OTM ini mata menjadi dingin, rasa sejuk. Hasilnya belum sesuai dengan harapanku.

Hatiku semakin panik melihat perkembangan gangguan mataku yang hanya mampu kurang dari setengah jam melihat layar Lap Top, maka dengan susah payah Novel Melanggar Buah Terlarang aku selesaikan dan aku kirim ke Penerbit Indie On Line, menyusul novel yang sudah aku selesaikan terdahulu, Tiga Sekawan Tak Terpatahkandan Guna Guna Seorang Sahabat dan Hidup Adalah Suatu Pilihan. Kini sedang menyusul novel Dakon sang Lorong Waktu .

Ketika hatiku sedikit tenang novel sudah tayang, aku menghubungi teman-teman semasa SMA tahun 1965 kalau kalau mengetahui obat Katarak tanpa harus operasi,  ternyata kedua temanku yg masih hidup malahan sudah menjalani operasi mengganti lensa matanya 3 tahun lalu dan menyarankan operasi juga.

Dalam hatiku yang semakin galau aku mencoba lagi menghubungi satu teman sekelasku saat SMA, Bambang Wibisono, yang ketika liburan Ganefo 10 Nov-24 Nov 1963 kami bertiga berpetualang bersepeda dari Tulungagung ke Borobudur yang aku tulis di Novel Tiga Sekawan Tak Terpatahkan (Nyawa Sahabatku Tetselamatkan),melalui WA Mesenger menyarankan menggunakan air dari Bunga Kitolot saat dipetik langsung diteteskan.

Tentu saja bagiku nama bunga itu sangat asing, bahkan baru aku dengar saat itu pula seumur umurku ini. Kemudian aku katakan kalau aku belum tahu tolong dikirim gambarnya. Aku menunggu, beberapa menit kemudian Bambang langsung mengambil gambar dengan menggunakan ponselnya. Gambar kuterima, aku terpana, baru tahu kalau bunga yg sudah aku kenali di masa remaja yg tumbuh di semak semak dan rerumputan pematang sawah itu bernama Bunga Kitolot.

Kemudian aku Browsing Internet mencari bunga kitolot dan kegunaannya, cocok dengan apa yang dikatakan Bambang. Sekali lagi aku kirim WA Message ke Bambang menanyakan dari mana ilmu itu didapat, jawabnya sederhana dari para kakek dulu, jadi sudah turun temurun.

Ternyata bunga itu pernah aku kenali dimasa remaja dulu hanya aku tidak mengetahui namanya. Setelah mendapatkan gambar kemudian aku mencari dimana bisa membeli, ternyata ada suplier On Line KC Nursery, Bogor dan Belibibit di Batu, Malang. Hatiku mulai berbunga bunga penuh harapan akan kesembuhan.

Tetapi keinginan untuk membeli tanaman bunga kukesampingkan dulu, mengingat aku perlu segera mendapatkan bunga kitolot agar katarak tidak cepat menyebar karena aku merasakan dalam beberapa hari mataku semakin sipit, maka kalau aku beli tanaman Kitolot kapan berbunganya, kemudian aku putuskan browsing lagi kalau kalau ada yang meramu bunga kitolot menjadi OTM, obat tetes mata.

Pucuk dicinta ulam tiba, ternyata ada yang jual siap tetes di Surabaya dan di Jakarta, yang di Jakarta hanya saat ada pesanan baru dibuatkan dengan masa kadaluwarsa hanya sebulan karena tanpa pengawet. Maka aku putuskan aku membeli di Jakarta.

Harganyapun sangat murah hanya Rp.18,000 namun harus membeli 2 botol plus ongkir Rp.9,000 total sekali kirim hanya Rp.45,000 hanya berumur sebulan.

Tgl 2 September 2016 otm aku terima, otm tak segera  gunakan karena pertama penghentian jamu membuat aku tidak mampu berjalan sementara yang kedua bagiku otm ini sebagai kelinci percobaan, sehingga aku tidak ingin sakitku bertumpuk mengingat info yang kudapatkan dari twitter mereka yg menggunakan Bunga atau Daun Kitolot mengatakan perihnya bulan main, maka dua minggu aku onggokan begitu saja. Kemudian selama 3 malam berturut turut aku sholat istiqaroh. Siang itu aku berdoa memohon riddhoNya, bismillahirrohmanirohim, dengan menyebut asmaNya aku teteskan ramuan bunga kitolot itu dengan penuh harapan. Tes…tes…tes.

Berarti tgl 17 September 2016 siang sambil tiduran obat itu pertama aku teteskan pada mata kananku, ya ampun perihnya bukan main, aku kedip kedipkan mata kananku, aku tak mampu membuka mata, kupejamkan mataku terus untuk menahan perih yang luar biasa, namun perih itu hanya berlangsung dua menit saja.

Maka pantas saja Orang Sunda menyebutnya Bunga Korejat yang artinya terkejut, sementara sambil tiduran telentang ketika tetesan pertama kali masuk mata kedua kakiku terangkat karena rasa pedih yang tak terkira. Sesudah itu mata berasa ringan.

Sehari setelah otm aku teteskan, temanku sekantor yang terkena katarak yang pernah aku tanyai tentang Katarak menanyaiku bagaimana hasilnya, aku jawab baru aku gunakan kemarin, selama dua minggu aku onggokan begitu saja, jadi belum tahu hasilnya.

Hasil pengobatan. Perlu dicatat walau aku merasakan terkena Katarak 12 Agustus 2016 tentu terbentuknya Katarak ini sudah lama. Aku tidak merasakan padahal sehari hari aku mempersiapkan naskah novel, semendara pengobatan dengan Kitolot baru tgl 17 September, artinya dengan terbentuknya Katarak sudah sekian lamanya ditambah selama 35 hari hanya dihambat perkembangannya dengan obat mata Kary Uni. Maka selama 35 hari itu perkembangan katarak sungguh cepat, mata rasa sipit, pandangan kabur sangat mengganggu. Padahal saat aku periksa mata di RS Mata Aini Jakarta bulan Feb 2008 kedua mataku belum ada tanda tanda katarak.

Selama 5 hari pertama, tgl 17 Sept – 21 Sept 2016. Setelah aku obati tiga kali sehari selama lima hari ternyata hasilnya nampak ada perubahan terutama rasa sipit dan penglihatan besarnya benda berkurang 20% sudah agak berkurang.

Tgl 22 – 26 Sept 2016 pengobatan masih berlangsung spt biasanya, yang aku rasakan bintik bintik kecil pada lensa mata nampak jelas bila aku melihat layar monitor atau yang gampang melihat awan atau melihat tembok warna putih, akan nampak lensa mata kotor seperti layaknya bintik kotor pada lensa foto tustel.

Bintik bintik hitam kecil inilah rupanya yang menghalangi sinar masuk ke lensa mata, tentu saja sinar membias tidak sampai ke titik optik mata, akibatnya bisa ditebak  mata jadi silau di malam hari bila terkena cahaya lampu karena bias. Bintik bintik kecil ini jumlahnya tak terhitung banyaknya bagaikan bintang dilangit lagi pula terletak tidak beraturan ada yg berjarak dekat, ada yang jauh pokoknya titik titik yang berhamburan.

Disamping Kitolot tak lupa pula aku minum Juice Wortel tiap hari untuk mempercepat proses penyembuhan.

Tgl 27 Sept – 1 Okt 2016. Bintik bintik hitam sekian banyaknya sdh mulai berkurang dan menipis, dengan harapan sepertinya tetesan Kitolot, insya’allah, mampu menyembuhkan. Tgl 30 September 2016 pengobatan sementara aku hentikan, kedua kelenjar mataku memerah, aku khawatir juga, menurutku saat mengobati lebih dari 3 tetes over dosis, sehari lebih dari 3 kali, terlalu bersemangat, senang mengobati ingin cepat sembuh, mata sudah berkurang rasa perihnya terhadap tetesan Kitolot.

Tgl 2 – 6 Okt 2016. Sore tgl 3 Okt, setelah kedua mataku kembali memutih hatiku lega, aku teteskan kembali Kitolot ternyata bukan rasa perih seperti ketika pertama kali ditetesi, tetapi rasa sejuk, aku belum mengerti kenapa rasa sejuk bukan rasa perih. Oleh karena masa kadaluwarsa hanya sebulan maka aku order lagi 2 botol Kitolot @10ml, sambil mengamati sejauh mana sisa sisa bintik hitam yang mengotori lensa mata. Rupanya sudah mulai minipis.

Dengan tertatih tatih aku berjalan ke ATM yg berjarak 300 meter dari rumah untuk transfer uang Rp. 50,000 (minimum transfer)  ke account pembuat ramuan kitolot, maklum pengaruh jamu itu juga belum sembuh. Malam 3 Okt 2016, aku tetesi kembali seperti biasanya, rasa perih sudah mulai berkurang, sisa bintik bintik kecil masih belum hilang.

Oleh karena masa Daluwarsa hanya sebulan maka tgl 4 Okt 2016 aku tidak tetesi lagi menunggu OTM yang sudah kupesan. Tgl 5 Okt 2016 pesanan terselip uang kembalian Rp. 5,000 sudah datang maka jam 13.00 aku tetesan kembali, sedikit rasa perih tetapi hanya sesaat. Bintik bintik kecil sudah mulai berkurang banyak, seterusnya sampai 6 Okt 2016.

Tgl 7 – 11 Okt 2016. Secara berkesimambungan obat tetes mata tetap aku gunakan tiap hari 3x @ 3 tetes. Hal yang sangat kelihatan mengalami perubahan adalah bintik bintik kecil sebagai kotoran lensa mata nampaknya sudah tinggal 10%. Sekarang tinggal kabut tipis menutup lensa mata yang membuat pandangan kabur karena tertutup kabut. Untuk melihat tidak masalah, masalah muncul bila melihat tulisan, lap top harus aku buat View sebesar 130% baru bisa dibaca walau agak remang remang.

Saat melihat tulisan titik focus ada bagian titik terang yang tak tertutup kabut, pertanyaannya adalah, apakah bagian titik terang ini nanti akan tersaput kabut sehingga lensa mata tertutup kabut 100% atau bagian titik terang ini merupakan permulaan dari tahapan terhapusnya kabut secara bertahap karena tetesan Kitolot.

12 – 16 Okt 2016. OTM Kitolot tetap aku teteskan. Kalau melihat tulisan di lap top pada Word dengan View 100% ada satu huruf tiap kelompok kata yg tidak tertutup kabut. Bintik bintik hitam kecil juga sdh mulai hilang dan berangsur angsur mulai menipis. Kalau saja titik yg tidak tertutup kabut itu semakin membesar, berarti kabut berangsur angsur terhapus, seperti bintik bintik itu. Tetapi kalau titik focus tadi tertutup kabut jalan yg ditempuh tinggal satu Operasi ganti lensa mata. Tetapi kapan jalan aja aku tidak mampu.

Tetapi aku meyakini titik yg tidak tertutup kabut itu tambah melebar kabut berangsur angsur hilang, insyaallah, sembuh.

17 – 21 Okt 2016. Seperti biasanya aku tetesi tiap hari 3 kali. Kayaknya titik focus yg ditengahnya terang itu akan sedikit demi sedikit membesar atau meluas mendesak kabut, kalau kemarin aku baca tulisan YAITU hanya ,salah satu huruf yang terbaca, misal A nya yang jelas, skr bisa Y dan I, jadi aku dapat melihat 3 huruf, perkembangannya lambat, tetapi pasti. Tapi aku masih bisa baca semua klo menggunakan kaca pembesar atau View pada lap top 130%

22 – 26 Okt 2016, Tetes mata tetap berjalan seperti biasanya. Tetapi kali ini aku sudah tidak peduli akan mataku yg terkena katarak. Diluar dugaan siku kanan dan lutut kiriku terkena asam urat akibat makan sate kambing 4 tusuk ketika anakku ulang tahun, ya ampun sakitnya bukan main, tangan tak bisa diluruskan smtr lutut tidak bisa ditekuk, pada hal tgl 23 itu aku mau sholat duduk ke masjid kukira pengaruh steroid jamu sdh reda. Aku hrs tinggal di tempat tidur lagi. Akhirnya aku tergantung jamu itu.

27 – 31 Okt 2016. OTM tetap aku teteskan seperti biasanya, tidak ada yang istimewa. Aku masih dapat melihat 3 huruf yang terletak pada focus pada View Word 100%. Melihat TV berwarna lama kelamaan menjadi hitam. Melihat lampu tambah silau.

01 -05 Nov 2016. OTM Kitolot tetap aku teteskan sebagaimana biasanya sehari 3 kali @ 3 tetes. Diluar dugaan, dambaanku ingin sembuh dari Katarak ternyata sirna, aku keracunan makanan saat 2 Nov 2016 malam, isteri masak oseng oseng tahu tanpa mengecek tahunya basi. Sementara aku sudah menelan sedikit yang sudah basi saat aku berbuka, sengaja aku muntahkan kembali ternyata tidak bisa, perutku dalam keadaan kosong karena puasa. Aku sedang puasa tiap 2 hari sekali untuk melunasi hutang puasa Ramadhan tahun 1979, 1980,1981 dan 1982, sebanyak 120 hari. Aku tidak  fidiyah karena saat tahun tahun tersebut sangat susah mencari fakir miskin di kota Balikpapan. Puasa aku lakukan sejak selesainya puasa Syawal 1437.  Aku mampu melakukan ibadah puasa karena nafsu makan tidak terganggu, hanya tubuhku lemas dan sakit karena pengaruh penghentian jamu yg mengandung Steroid.

Malam itu juga aku minum Norit yang tersisa 3 biji dan diberi tetangga yang dibawa dari Singapura sebanyak 9 biji. Ternyata Norit di semua tempat kosong. Teman teman pensiunan yang tinggal di Samarinda, Balikpanan, Bandung, Surabaya, Kediri, Blitar dan Malang memberi tahu melalui FB Mesenger kalau Norit kosong. Kemudian aku kirim email ke Produsen Norit menanyakan tentang keberadaan Norit, beberapa hari kemudian dijawab sementara belum diproduksi karena kekurangan bahan baku.

Esuk hari 3 November aku tidak mampu beranjak dari tempat tidur, aku mengalami Vertigo yang luar biasa, muntah muntah disertai rasa berputar, di siang hari aku baru minum air kelapa hijau. Lengkaplah sudah penderitaanku tidak mampu berjalan, muntah, vertigo, asam urat dan katarak namun nafsu makan tidak terganggu. Nafsu makan tidak terganggu  inilah yang membuat aku bersemangat untuk sembuh.

Walau aku sakit aku masih berjemur selama 20 menit di terik matahari siang setelah selesai sholat lohor yang aku jalani selama 22 bulan berjalan kaki di terik matahari dari awal Juni 2014 sampai denggan 8 April 2016. Aku tidak mau mengawali lagi berjalan di terik matahari bila nanti sembuh karena mengawali berjalan diterik matahari tubuh rasa bagaikan terbakar bisa dehidrasi kalau tidak terbiasa.

Terhenti ya gara gara Jamu yg mengandung Steroid ini aku hentikan tidak serius, aku hrs tinggal di tempat tidur selama 2½ bulan, akhirnya tiap beberapa hari aku hrs minum jamu itu karena asam urat sering kambuh, aku tidak mengerti kenapa aku sakit, mengerti setelah aku serius menghentikan jamu ini atas pertimbangan dari teman yang dulu membelikan dari Palembang. Sakitnya sama. Baca : Sehat dengan cahaya matahari siang.

06 -10 Nov 2016. Walau aku tidak mampu berjalan karena pengaruh penghentian Steroid disertai vertigo aku tetap menetesi mataku dengan tetesan kitolot sebagai mana biasanya. Kini aku sudah tidak lagi berpikir perihal mata kananku, toh aku masih memiliki mata kiri. Sekarang konsentrasiku adalah aku harus bisa berjalan seperti dulu dengan cara aku harus berhasil menghentikan minum Jamu yang mengandung steroid.

11 – 15 Nov 2016. Kini aku lebih berkonsentrasi aku harus bisa berjalan lagi, namun mata tetap aku tetesi dengan kitolot seperti biasanya. Kemudian minum jamu yang sudah aku kurangi takaranya menjadi ¼ kapsul selama delapan hari aku hentikan. Ternyata tubuhku mampu menerima sambil aku mempelajari apa yang akan terjadi selanjutnya.

16 – 20 Nov 2016. Kini aku sdh dapat berjalan walau pelan didalam rumah, bolak balik di ruangan. Mata tetap aku tetesi dengan kitolot. Konsentrasi sdh mulai terpecah, bagaimana aku bisa berjalan lagi tetapi aku juga dapat melihat tanpa gangguan.

21 – 25 Nov 2016. Sambil menetesi mata dengan kitolot sebagaimana biasanya dan terus berdoa memohon kesembuhan. Berarti sudah 15 hari aku hentikan jamu itu. Hatiku mulai berbunga bumga, ternyata nampak didepan mata, kalau jamu ini berhasil aku hentikan sudah kebayang di depan mata, aku akan mampu berjalan seperti sedia kala

26 – 30 Nov 2016. Tidak lupa aku tetap menetesi kedua mataku dengan Kitolot sehari 3 x @ 3 tetes walau sudah tidak ada rasa perih karena kitolot sudah kadaluwarsa, aku blm berani berjalan ke ATM ada rasa was pingsan di jalan walau hanya berjarak 300mtr. Sambil melihat pembelian pertama tgl 30 Agustus 2016 tetapi aku gunakan 19 Sept 2016. Pembelian kedua yang seharusnya 30 September 2016 karena umur ramuan kitolot hanya sebulan, tetapi aku lakukan 3 Oktober 2016. Pembelian ketiga yang semestinya 30 Okt 2016 tetapi baru aku lakukan 17 Nov 2016. Tidak ada hal yang istimewa tentang mataku karena aku kurang begitu konsentrasi, hanya aku ingin mampu berjalan dulu.

01- 23 Des 2016. Kini aku sdh mampu berjalan di jalan depan rumah dan rumah tetangga sebelah kanan rumah, bolak balik, artinya aku mampu berjalan 60 meter, mampu 10 kali. Demikian bertahap sampai aku mampu berjalan sebanyak 30 kali artinya aku sdh mau berjalan 2 km. Mata tetap aku tetesi kitolot sebagai mana biasanya,sdh tidak tetasa perih, aku kurang jelas apa sebabnya, apa karena sudah terbiasa dengan kitolot atau kitolot sudah kadaluwarsa, aku kurang begitu hiraukan karena aku senang bisa berjalan lagi, kitolot tidak aku risaukan karena nampaknya tidak mengganggu pandangan.

Kini hampir dua minggu aku belajar sholat lagi yang selama ini aku lakukan sholat dengan duduk. Ya ampun di hari pertama aku tidak mampu sujud, langsung jatuh tertelungkup tetapi tangan masih kuat menahan tubuh. Semua tulang dan sendi kaku setelah lebih dari 3 bulan sholat duduk.

Lutut tidak mampu menempel sajadah yang aku lambari handuk kulipat rangkap 8 plus 2 sajadah. Akhirnya dengan susah payah aku berhasil mengatasi, sholat dengan normal.

Tgl 23 Desemver 3016, kini setelah aku mampu sholat tidak dengan duduk alias wajar layaknya orang sehat, saatnya sholat ishak aku ke mesjid. Sampai di masjid ternyata aku menginjak lantai marmer berjingkat jingkat, tapak kakiku tidak kuat menapak di lantai marmer tetapi tetap kupaksa, maklum selama 4 bulan hampir di tempat tidur tak pernah menginjak lantai kecuali memakai sandal ringan.

Selesai sholat dengan hati berbunga bumga karena aku sdh mampu berjalan, sesampai di rumah aku buka Lap Top ternyata aku mampu membaca Word View 100% yang dulu nampak hitam semua. Kemudian aku bergegas keluar melihat TV, ternyata TV nampak berwarna lagi yg dulunya hitam semua, alhamdulillah aku baru sadar bahwa aku sudah sembuh dari katarak. Maklum aku sudah tidak pernah menonton TV lagi selama aku tidak mampu berjalan dan katarak.

Mata sembuh tanpa aku sadari kapan sembuhnya pasti antara tgl 1 spi dengan 22 Desember 2016, karena konsentrasiku harus mampu berjalan lagi.

Kemudian aku masuk kamar sujud syukur atas karuniaNya, mampu berjalan dan sembuh dari katarak sekali gus. Suatu nikmat yang luar biasa bagiku tanpa mengurangi nikmat yang lain, maklum baru sembuh.  Kini aku dapat tersenyum kembali.

Walau sudah sembuh aku masih beli lagi otm kitolot itu pada tgl 31 Desemer 2015 yang aku terima di 5 Januati 2017, tetapi sudah tidak aku gunakan lagi. Perlu dicatat beli 2 botol itu hanya terpakai 1 botol saja itupun tidak habis. Gangguan mata setelah tgl 23 Des 2016 tinggak titik sepeti debu yang jumlahnya tidak banyak, lama lama hilang sendiri.

Tentu saja sebersit andaikan terlintas dalam benakku. Seandainya saja saat itu aku mampu berjalan pasti aku sudah ke dokter mata seperti yg sudah kutulis di email kepada dokter mata di bilangan Taman Aries Jakarta Barat kira kira 2 Km dari rumah, apalagi aku sdh diberi tarip Operasi Katarak. Tetapi ceritanya menjadi lain manakala aku mendapatkan bumga Kitolot.

Kini rasanya aku penasaran bagaimana bunga kitolot mampu membersihkan semacam jamur yg mengotori lensa mata yang disebut Katarak, terutama katarak pada mata kananku, kotornya lensa pada foto tustel dapat dibawa ke jasa service tustel yang pernah aku lakukan, tetapi kotornya lensa mata tentu tidak mungkin dicabut kemudian dibersihkan dan dikembalikan lagi layaknya lensa foto tustel, hanya satu cara Operasi ganti lensa mata oleh dokter mata. Maka aku ingin mengenal tanaman dan ingin membuat sendiri obat tetes mata bunga kitolot.

Mengenali Bunga Kitolot dan takaran OTM

Kemudian aku membeli secara On Line seharga Rp.50,000 belum termasuk ongkos kirim JNE Yes agar 2 tanaman bunga kitolot  dapat spi di tangan dan langsung bisa dipindahkan ke pot pada hari yang sama. Ternyata benar yang kudapatkan tanaman bunga Kitolot yang sdh siap berbunga. Beberapa hari kemudian berbunga, aku senang sekali berarti aku mampu mengenali tanaman bunga kitilot dng saksama.

Maka aku ambil 2 kuntum bunga dengan cara aku gunting dg gunting ysng sdh aku stetil dg alkohol, pangkal bunganya kemudian pangkal bunga aku rendam dalam gelas beberapa jam dengan perbandingan setiap satu tangkai bunga dengan 10 ml air isi ulang. Aku gunakan air isi ulang karena aku anggap air isi ulang tidak ada tambahan mineral sementara air isi ulang mudah didapat dan hygenis.

Sayang aku tidak memperhatikan terjadinya proses berikutnya shg yang aku dapatkan air agak keruh berwarna putih, air selanjutnya aku buang aku anggap air kotor. Maka aku gunting lagi 2 kuntum bunga, kini aku amati apa yang terjadi.

Ternyata dari dalam tangkai bunga menggalir turun cairan berwarna putih dan cepat sekali bersenyawa dengan air tanpa diaduk. Inilah yang menyebabkan air putih menjadi agak keruh karena cairan semacam getah. Sebenarnya menurut mereka yang pernah mencoba membuat OTM spt yang dicontohkan di internet maupun di Youtube ternyata dari Daun Kitolot dapat juga digunakan untuk pengobatan tetapi aku cenderung mengambil dari bunga tanpa resiko, pertama gampang memetik dan bersih, kedua kalau dari daun takut tanaman mati sementara blm ada penggantinya, ketiga konon getah pada batang mengandumg racun.

Dari gelas inilah aku ambil dengan pipet kemudian aku teteskan ke kedua mataku, ternyata perih juga seperti ketika aku menetesi pertama kali di 29 Sept 2016. Kalau dulu aku menerima tetesan bunga kitolot dengan tegang dan harap harap cemas kini aku lebih santai walau tetasa perih, tetapi melegakan. Rasa perih masih sama dengan OTM yang aku beli artinya bahwa takaran tersebut ada benarnya dan yang terpenting tidak over dosis.

Sayang 3 bulan kemudian tanaman bunga kitolot yang rajin berbunga tiba2 mati tanpa disertai tanda tanda layu ataupun gugur daun. Aku penasaran maka kubongkar tanah dalam pot ingin melihat apa yang terjadi pada akarnya, apakah ada larva dari jenis kumbang yg terbang di sore hari (maaf di daerahku orang menyebutnya lonte atau katimumul dati jenis yg kecil) spt yang dialami ketika aku menanam cabe tempo hari banyak yg mati karena ulah larva.

Akarnya biasa saja tidak ada yang mencurigakan namun masih membuat aku penasaran krn belum ada pemggantinya.

Selang dua minggu kemudiaan tanaman yang satu juga mati dalam keadaan segar saat berbunga tanpa menunjukkan layu dan gugur daun. Sementara ratusan biji benih kitolot yang dikirimi Bambang tak satupun yang tumbuh padahal kusebar sdh lebih dari 3 bulan, demikian juga biji yg sdh mengering dari buah kitolot kupunya juga tak satupun yg tumbuh.

Kenapa? Aku menyimpulkan bunga kitolot tidak semerbak bahunya sehingga tidak ada serangga yang tertarik mengisap madu sekali gus membantu penyerbukan, penyerbukan oleh angin. Jadi penyerbukan bila ditanam di pot kurang maximal karena kurang angin, terkecuali sebagai tanaman liar yang tumbuh di rerumputan terbuka banyak tiupan angin

Di bulan Juli 2017 setelah aku amati ada beberapa tumbuhan yang sangat kecil yang aku perkirakan kitolot karena aku belum pernah mengenali bgmn kitolot saat baru tumbuh. Ternyata benar setelah tingginya mencapai kira kira 5 Cm nampak dari bentuk daun, hanya satu yg hidup lainnya mati. Mungkin karena dari benih biji yg sangat kecil (lebih kecil dari biji sawi) maka tumbuhnya sulit, rawan mati.

Yang sempat hidup ini juga sulit utk menjadi besar, begitu besar kira2 tingginya 20 Cm mulai tumbuh dan berbunga. Bulan Desember 2017 bunga kitolot ini juga mati tanpa menujukkan tanda tanda layu dan gugur daun. Maka saat itu aku menyimpulkan tanaman bunga kitolot hanya berumur kisaran 6 bulan saja, setelah rajin berbunga, berbuah kemudian mati.

Saat ini tersisa 3 tanaman itupun 2 tumbuh secara liar diantara jepitan bataco, malahan subur. Dapat dimaklumi memang tanaman bunga kitolot adalah tanaman liar yang tumbuh secara alami di rerumputan atau tempat yg lembab seperti di kaki tembok.

Aku meyakini bila seseorang rajin menggunakan tetesan bunga kitolot aku kira sampai hari tuanya tidak akan pernah mengalami katatrak, lagi pula saat mata ditetesi bunga kitolot pandangan menjadi lebih terang. Hal ini rasanya sesuai dengan komentar bpk Ferry pada tulisan yg pertama sbb :

Iya bunga korejat/gorejag.. Kalau ditetes langsung kebayang pedih sekali..biasanya dipotong dulu lalu tangkainya direndam air sedikit..air rendaman ini diteteskan..itu pun sudah perih..saya pernah mencoba..

Untuk urusan khasiat dan efek samping mungkin belum ada penelitian..hanya saja saya saksikan sendiri almarhumah tetangga seorang nenek yg saat masih hidup sudah bungkuk (perkiraan usia 90an) itu awas pandangannya..tidak pake kacamata..beliau rutin tetes mata dengan bunga gorejag setiap minggu sekali sejak muda.

Demikian akhir dari tulisan ini semoga menambah wawasan anda.

*Sumber: Kompasiana Karmani Soekarto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *