Pengalamanku Sembuh dari Penyakit Umum Berbahaya: GERD

Oleh: Shanty Tindaon

Aku baru saja mendapat telepon dari teman lama, “San, dulu kau pernah sampai 2 kali diopname karena maag kronis kan? Kata nanguda (sebutan utk mamaku oleh dia) kau sudah sembuh total dan maag-mu ga pernah kambuh lagi. Benar begitu San?”

“Iya benar. Kenapa?”

“Aku udah 3 bulan kena maag, udah parah kata dokter, seminggu yang lalu baru pulang dari rumah sakit, dokter bilang ini bukan maag biasa tapi lebih parah dari itu, aku terkena GERD San. Kau gimana dulu proses pengobatannya? Kata nanguda maagmu juga bukan maag biasa.”

“Kita sama. Aku juga didiagnosa GERD dulu, itu lebih parah memang dari sekadar maag pada umumnya. Gak ada pengobatan khusus, hanya menjaga pola makan sehat dan pikiran positif dan happy selalu hehe. Itu aja kok.”

“Yah, jawabanmu itu loh ga make sense amat, masa cuma begitu aja. Aku uda turuti perintah dokter tapi nggak sembuh-sembuh juga.”

“GERD itu sembuhnya agak susah. Apalagi pola makanmu sejauh yang kutahu kurang beres jadi butuh proses yang ga cepat buat sembuh.”

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah penyakit lambung yang sudah kronis atau menahun dan tentu lebih parah dari nyeri lambung biasa atau maag. Penyakit ini bisa memicu kanker lambung dan ketika sedang kambuh, nyerinya luar biasa sampai ke ulu hati, otak rasanya seperti ditusuk-tusuk dan telinga serasa berdenging ngingggg. Yah begitu lah dulu yang kurasakan. But now it’s over. I’m free from GERD.

Dulu aku malas sekali makan (sekarang juga sih tapi ga semalas dulu), sering kecapekan, tidur hanya 4-5 jam sehari beberapa kali hanya 3 jam. Suka minum kopi, dulu dalam sehari kopi WAJIB kuminum sebelum begadang (sering munum kopi padahal belum makan), addicted dengan MIE (segala jenis mie pasti kubabat habis), pikiran numpuk melulu, dulu aku kurang bisa mengontrol pikiran, suka memikirkan sesuatu yang tak seharusnya kupikirkan, terlalu worry dan kadang memang lose control. TAPI itu semua dulu, sekarang sudah berubah drastis.

Obat dari segala penyakit, apalagi yang maag atau GERD sekalipun adalah pola makan yang sehat dan pikiran yang postif.

Bagaimana pola makan yang sehat? Ya seperti yang banyak dituliskan di artikel-artikel kesehatan. Ringkasnya adalah cukup dengan banyak-banyak makan sayur, kurangi makan nasi (ganti dengan jagung atau beras merah, singkong juga oke), jangan makan makanan yang banyak mengandung minyak dan makanan berbumbu tajam, serta perbanyak minum air (sebisa mungkin minum air hangat setiap kali minum dalam kondisi apapun karena itu sangat bagus untuk perut).

Selain itu tidurlah secukupnya (normally 6-7 jam) dan jangan lupa untuk selalu berpikir positif, happy selalu, don’t be too worry about anything. Boleh galau asal jangan pakai “terlalu”. Hidup terlalu singkat utk memikirkan hal-hal yang membuat umur pendek dan wajah cepat tua

*Sumber: Kompasiana Shanty Tindaon

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *