Lima Cara Mudah Sembuhkan Memar

Oleh: Puspa Arum Mekaridanto

Ketika kaki terbentur meja, warna permukaan kulit akan berubah menjadi merah kebiruan. Dari kejadian tersebut biasanya akan muncul memar pada kulit. Memar atau lebam merupakan jenis cedera kulit yang biasanya muncul akibat benturan atau pukulan benda tumbul yang langsung mengenai kulit.

Dari benturan pada kulit ini akan menyababkan pecahnya pembuluh darah kapiler (pembuluh darah kecil dekat permukaan kulit). Saat pembuluh darah pecah, maka darah akan bocor dan menyebar ke jaringan sekelilingnya, sehingga menyebabkan perubahan tampilan dan warna dari luka memar.

Dikutip dari CNNIndonesia, berikut beberapa cara sederhana agar memar cepat sembuh:Kompres memar dengan es. Mengoleskan bagaian memar dengan krim vitamin K untuk pembekuan darah.

Menggunakan lidah buaya untuk mengurangi peradarangan.Makan makanan yang mengandung nutrisi untuk memperkuat pembuluh darah, seperti nanas, apel, jeruk, bawang merah, bayam, brokoli, selada, dan lainnya.

Jika memar terlihat parah, sebaiknya cepat hubungi dokter. Namun, perlu diperhatukan jika memar muncul secara tiba-tiba. Bagi seseorang yang mudal mengalami memar patut diwaspadai karena bisa menjadi gejala kondisi medis yang lebih serius.

Beberapa penyakit berbahaya memiliki salah satu gejalanya adalah mudah memar. Memar yang tidak kunjung mereda setelah dua minggu, memar disertai nyeri parah dan bengkak menjadi ciri-ciri penyakit berisiko tinggi.

Penyakit hemofilia atau gangguan pembekuan darah yang umumnya menyebabkan memar, pendarahan, dan sendi kaku. Trombositopenia atau kadar trombosit rendah memiliki salah satu gejala memar. Penyakit gagal ginjal, ginjal kronis, juga ditandai dengan memar.

Orang yang menderita kanker darah atau leukimia juga cenderung mudah mengalami memar karena kekurangan platelet trombosit untuk proses pembekuan darah.Jika merasa sering memar atau mengalami memar yang tidak biasa, sebaiknya segera kinjungi dokter. Jangan sampai meremehkan memar hingga malah mengancam kesehatan tubuh. [Menjangan]

*Sumber: Puspa Arum Mekaridanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *