Kades Junaedi Mengubah Desa Melarat Menjadi Beromset 13 Milyar

MENJANGAN.ID – Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sangat berhasil mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi contoh desa-desa di seluruh Indonesia mengelola dan membangun desa.

umbul-ponggok_20170514_213328

“Ponggok dulu termasuk desa tertinggal, potensinya belum tergali. Saat itu, tahun 2007, ketika kami awal menjadi kepala desa, kami bingung. Desa Ponggok ini banyak air, tapi bagaimana cara mengolahnya, seperti apa,” ujar Kepala Desa Ponggok, Junaedhi Mulyono, di acara BUMDes Talk di Aula Kantor Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (14/11/2017).

maxresdefault

BUMDes Talk digelar oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. BUMDes Talk dihadiri 81 BUMDes se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kedatangan mereka adalah untuk melihat dan bertukar pengalaman langsung terkait keberhasilan BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok.

Wisata-Air-Umbul-Ponggok_Klaten_Jawa_Tengah-36

Junaedhi mengatakan, dalam mengembangkan BUMDes, hal yang pertama dibutuhkan selain potensi adalah memahami permasalahan dan data. Dalam hal ini pihaknya meminta kerjasama dengan LPPM UGM untuk mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di desanya hingga tiga tahun berturut-turut. Pada KKN pertama, fokus pada penelitian permasalahan desa seperti kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Selanjutnya KKN ke dua, fokus pada potensi desa, dan KKN ke tiga, fokus pada pemberdayaan ekonomi.

IMG-20170513-WA0002

“Desa miskin, banyak pengangguran, banyak rentenir. Ada tantangan saat itu. Kemudian kami berpikir bagaimana mengolah ini seperti skripsi. Akhirnya kami bersurat ke UGM minta diadakan KKN tematik. Kami ajak untuk penelitian masalah yang ada. Karena kalau mau pengembangan, maka data yang diperlukan. Semua sudah berlalu dan sejak itu kami mulai bangkit,” ujar Junaedhi.

ganjar_20160615_152518

Junaedi menjabarkan untuk menjadikan BUMDes berhasil bukanlah pekerjaan yang mudah. Butuh komitmen besar untuk menjalankannya. Maka tidak heran jika banyak desa yang kebingungan dalam mengelola BUMDes. “Nah ini harus dikembalikan ke tujuan visi dan misi desa. Dari sini kita akan ketemu potensi desa mau diolah seperti apa,” ujarnya.

Selfi-1024x673

Direktur Utama BUMDes Tirta Mandiri, Joko Winarno, menambahkan, BUMDes Tirta Mandiri saat ini telah memiliki 13 unit usaha yang dikelola secara profesional. Tahun 2015 BUMDes mampu meraih omzet Rp 6,2 miliar. Kemudian di tahun 2016 menembus Rp 10,3 miliar, dan tahun 2017 hingga bulan Oktober mencapai Rp 12 miliar. Sedangkan target hingga akhir tahun ini Rp 13 miliar.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *