Di New Zealand Bayi-bayi Tidur Sendiri Tanpa Ditimang. Ini Caranya!

Oleh: Uli Wahdatul U.

Di New Zealand ini, umumnya pasangan merawat anak-anak mereka secara mandiri. Tidak ada pembantu maupun orangtua yang mendampingi (orangtua hanya akan berkunjung selama beberapa hari umumnya). Dan juga karena kultur dan budaya masyarakat barat juga yang mempengaruhi. Kebanyakan pasangan akan tinggal terpisah dari orangtuanya setelah menikah atau setelah mereka dewasa, maka mereka dituntut untuk mandiri.

Di sini, di New Zealand ada beberapa aturan-aturan tentang cara tidur bayi tentunya yang tidak saya temui di Indonesia, diantaranya: bayi harus punya tempat tidur sendiri, dan tidur tanpa bantal.

Di awal-awal perkembangan bayi, kebutuhan dasar yang sangat vital (selain makanan) adalah kebutuhan istirahat/tidur. Nah pada umumnya bayi tidur setelah disusui/kenyang. Saya mengamati kebiasaan tidur bayi di Indonesia umumnya mereka akan tidur kalau disusui dulu, ditimang-timang dulu, digendong dulu.

Padahal seperti halnya orang dewasa, bayi pun dapat tidur sendiri tanpa bantuan orang lain. Bayi juga mempunyai semacam alarm bahwa inilah saatnya untuk beristirahat. Penting untuk mengetahui tanda-tanda yang bayi lelah dan harus saatnya kita tidurkan.

Bagaimana tanda bahwa bayi lelah?

Tanda-tanda dari bayi lelah/tired biasanya, sering menguap, tangannya menggosok telinga/mata, atau bagian wajah, sudah tidak merespon ajakan bermain. Kalau salah satu tanda tersebut muncul, bayi harus segera kita tidurkan, walaupun dia menangis.

Sebelum mendapatkan informasi ini, sebulan pertama, saya dan suami selalu berusaha menidurkan anak kami dengan menggendongnya, menimang-nimang dia dulu, menaruh dia di rocker/bouncer.

Cara-cara itu memang bisa menidurkan bayi. Tapi kami sadar bahwa itu semua melelahkan sekali! Dengan ditidurkan seperti itu tentu kami akan lelah sendiri. Bahkan bayi belum tentu akan tidur lama. setelah terbangun, kita akan mengulangi cara-cara tersebut kembali. Jadi semacam lingkaran setan yang melelahkan.

Kalau di Indonesia ini bisa diterapkan, karena ada yang selalu membantu seperti “mbak-mbak”, tetangga, nenek-kakek, dll. Tapi di New Zealand siapa yang mau bantu?!

Bagaimana bayi di New Zealand tidur?

Di New Zealand orangtua diajarkan cara membuat bayi bisa tidur sendiri/self-soothe. Kita diberitahu bahwa bayi tidak boleh bangun lebih dari sejam. Kita juga perhatikan tanda-tanda bayi sudah lelah/tired yang saya jelaskan diatas.

Untuk membuat bayi bisa tidur sendiri adalah letakkan bayi di tempat tidurnya setelah bayi menunjukkan tanda-tanda lelah. Tahan keinginan kita untuk kontak mata dan mengajak bermain/bicara. Kalau setelah itu bayi menangis, biarkan dulu 5-10 menit. Setelah itu bayi akan tidur dengan sendirinya.

Kalau masih menangis, cek beberapa hal ini: popoknya basah, kedinginan/kepanasan, masih haus. Kalau dalam 10 menit masih menangis, biasanya hal itulah yang menjadi penyebabnya.

Setelah tahu cara menidurkan dari nurse plunket/posyandu, kami bertekad untuk benar-benar melakukannya, tentunya banyak kendala yang terjadi saat kami berusaha untuk menidurkan bayi kami, diantaranya, saat kami menaruh dia di bassinet (tempat tidur bayi) dia menangis sejadi-jadinya.

Ini terjadi beberapa kali hingga kami hampir menyerah. Namun pada suatu waktu kami menyaksikan anak kami tidur dengan sendirinya tanpa kami gendong atau semacamnya. Alhamdulillah hingga kini anak kami bisa tidur sendiri dan kami bisa melakukan banyak kegiatan yang lain seperti menulis tulisan ini.

Sangat susah mendapatkan literatur yang membahas sleeping issue ini di Indonesia. Saya biasanya akan mencari website atau artikel berbahasa Inggris dan dengan mudah menemukannya. Ada banyak website yang membahas soal bayi hampir selalu membahas konten masalah tidur (selain makanan, perkembangan bayi, penyakit pada bayi).

Berdasarkan pengalaman saya melahirkan anak saya di sini, saya mendapatkan banyak info baru seputar istirahat tidur pada bayi, saya tidak pernah membayangkan bahwa tidur bayi adalah masalah yang sangat disorot pada masa perkembangannya (selain nutrisi).

Nurse di plunket (semacam posyandu disini) tidak pernah lupa menanyakan bagaimana bayi kami tidur, berapa jam sekali dia tidur, bagaimana cara kami menidurkan, berapa lama dia tidur siang/malam.

Orangtua disini begitu mengkhawatirkan masalah tidur bayi mereka, daripada memperhatikan masalah berat badan bayi mereka (walaupun tidur erat kaitannya dengan peningkatan berat badan). Masalah seperti ini sama mengkhawatirkannya seperti masalah penyakit pada bayi. Karena dampak dari istirahat bayi sangat penting agar orangtua mereka bisa beraktifitas dan istirahat dengan cukup.

Pada akhirnya cara membuat bayi bisa tidur sendiri ini telah sukses saya terapkan dan juga oleh banyak orangtua di New Zealand. Namun kita menyadari setiap bayi itu unik. Karena itu, “What works to settle one baby might not for another. Try different things until you find what works for your baby.

Wellington, 16 Agustus 2017

*Sumber: laman facebook Uli Wahdatul U

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *