Curhat Dokter Melawan Barisan Emak-emak Medsos Antivaksin

Oleh: dr. Heri Munajib

Semalaman saya coba membuka lembaran memori para pegiat antivaksin dan diskusi sama istri. Saya masih ingat betul awal bersentuhan dengan FB tahun 2009 dan, posisi saat itu masih sebagai dokter PTT di Sumba, internet modalnya koneksi edge via ponsel.

Mereka selalu membuka diskusi dengan cara teori terbentuknya vaksin, bahan dasar, katalis enzim babi, kemudian antibodi, sampai di sini mereka saya patahkan secara argumen.

Lalu akunku pun modyar.

Nah, mulai menjamah ke dalil secara agama yang sebagian ada yang dipotong, juga dalil agama dari ulama yang antivaksin. Pernah suatu ketika saya tanya, “Sampeyan ambil dari kitab apa?” Dia jawab; “Searching Mbah Google!” Ajaib kan? Saya berikan kitab gundulan nggak mau baca karena bukan bersumber dari Al Qur’an dan hadits.

Akunku modyar lagi.

Dalil agama yang serem-serem dikasih orang awam ya jelas takut, sampeyan masih ingat gaya dakwah dengan menakut-nakuti ini khas punya siapa? Blas nggak ada rohmatan lil ‘alamin-nya. Tapi orang awam banyak yang ikutan dan takut, lha siapa yang mau tubuhnya di bakar neraka? Blas ora ono!

Nah strategi mereka meningkat dengan teori konspirasi Yahudi dan Israel. Mereka ini lucu karena memakai teori konspirasi, orang pinter agama nggak mempan pakai dalil maka gunakanlah teori konspirasi Yahudi dan Israel, maka orang alim itu seperti kerbau yang dicocok hidungnya akan mengharamkan anaknya di vaksin.

Bukan main-main orang yang kena adalah masyarakat sekitaran pondok di Gresik, ternyata anaknya kena Difteri dan hasil swabnya positif, dengan riwayat tanpa vaksinasi sama sekali.

Teori ini patah dengan sendirinya karena saya berikan artikel dan surat kabar bahwa di Israel sendiri kalau anaknya nggak di imunisasi maka subsidi kesehatan dan pendidikan akan di cabut. Karena begitu terkena penyakit yang seharusnya bisa di cegah dengan vaksinasi, sangat membebani negara.

Anda tahu? Akun saya modyar sekali lagi.

Nah cara mereka sekarang agak baru, sekarang pakai gambar-gambar yang serem-serem seperti penyakit Steven Johnson Syndrome, semua gambar di sodorkan, orang awam kan begidik ketakutan melihat gambar-gambar yang seolah-olah itu adalah hasil dari vaksinasi. Gambar-gambar tersebut kalau mau kita searching blas nggak ada hubungannya dengan akibat vaksinasi.

HOAX – DOSA JARIYAH – DAN SETERUSNYA… paham kan maksud saya.

Dulur, jangankan dengan vaksin, orang bisa terkena Steven Johnson Sidrome hanya dengan mengkonsumsi Paracetamol, Antalgin, dan berbagai jenis antibiotik. Pada dasarnya semua orang memiliki alergi tipe tertentu, kebetulan Steven Johnson Sindrome adalah alergi tipe parah, dan kebanyakan kasusnya adalah karena pemberian antinyeri dan antibiotik, silahkan googling kalau nggak percaya.

Dari atas sampai bawah, para aktivis antivaksin ini sangat militan. Yang paling militan adalah BEM (Barisan Emak-emak Medsos) yang dengan satu komando, akun kita langsung modyar karena dilaporkan.

*Sumber: laman facebook dr. Heri Munajib, Pwrhimpunan Dokter NU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *