Bayi Menjadi Lebih Cerdas dengan Berjalan ‘Nyeker’

MENJANGAN.ID – Mulai dari saat bayi belajar berjalan, kebanyakan orangtua memakaikan sepatu kepada anak-anak mereka. Padahal penelitian menunjukkan bahwa berjalan tanpa alas kaki alias ‘nyeker’ sebenarnya bermanfaat untuk perkembangan anak-anak, sekaligus menawarkan banyak manfaat kesehatan juga bagi orang dewasa.

Selama tahun-tahun awal kehidupan seorang anak, sistem sensoriknya mengalami perkembangan penuh dan memungkinkan otak untuk belajar, beradaptasi, dan tumbuh. Kelima indera kita mulai berkembang, yakni sentuhan atau rabaan, penglihatan, pendengaran, penciuman, dan rasa. Namun selama ini indera peraba atau sentuhan tampaknya agak diremehkan.

Dr. Kacie Flegal, seorang anggota ICPA (International Chiropractic Pediatrics Association), menulis bahwa ada dua sistem sensorik yang sering diabaikan padahal sangat penting, yakni sistem proprioseptif dan sistem vestibular. Berjalan tanpa alas kaki sangat membantu meningkatkan pengembangan kedua sistem ini dan meningkatkan fungsi otak.

Dr. Kacie Flegal

Proprioception adalah istilah untuk kemampuan memahami gerakan dan posisi tubuh manusia. Reseptor di sendi, otot, dan jaringan lain semuanya bekerja bersama dan mengirim sinyal ke otak. Sedangkan sistem vestibular, di sisi lain, bertanggung jawab untuk keseimbangan dan perubahan koordinasi dalam ruang. Pusat gravitasi dan postur seseorang, misalnya, ditentukan oleh sistem vestibular ini.

Agar kedua sistem ini berkembang semaksimal mungkin, sangat penting untuk memberikan rangsangan melalui input sensor. Dengan kata lain, bukanlah ide bagus untuk membiarkan anak-anak berjalan selalu memakai sepatu. Padahal berjalan tanpa alas kaki bisa memberikan masukan sensorik ke sistem ini, kemudian ke otak.

Kaki benar-benar sempurna untuk pengembangan sistem hal ini sebab telapak kaki dilengkapi dengan koneksi neurologis yang kuat dan banyak sel sensorik. Berjalan mengenakan sepatu mencegah kontak atau sentuhan yang dikirim ke tubuh karena sensor tidak dirangsang. Kita mungkin beralasan memakaikan sepatu sebab khawatir anak-anak akan terluka atau terinfeksi penyakit tertentu, tetapi kemungkinan semacam itu sebenarnya cukup rendah.

Masih menurut Dr. Flegal, membiarkan dan memotivasi anak-anak untuk berjalan tanpa alas kaki akan menghasilkan kekuatan neuromuskuler yang lebih baik. Bagi orang dewasa, hal itu juga bisa meningkatkan keseimbangan, koordinasi, keterampilan orientasi spasial, serta merangsang kaki menghasilkan perkembangan pusat otak yang lebih tinggi.

“Ketika anak-anak bermain di lingkungan yang dingin atau tajam, kita memang harus menjaga kaki mereka agar tetap aman. Tetapi kalau mereka sedang bermain di alas yang lembut semisal rerumputan, tanah, atau daun basah, biarkan mereka merasakan betapa hebat rasanya berjalan dengan kaki telanjang! Dengan hal ini, mereka akan mendapatkanpengembangan pusat otak yang lebih baik, yang berhubungan dengan pengendalian emosi, pemecahan masalah, bahasa, keterampilan sosial, dan kepercayaan diri,” tulis Dr. Flegal dalam esainya.

Meskipun anak-anak muda jelas dapat memperoleh manfaat terbesar dari berjalan tanpa sepatu, sebagian besar manfaatnya masih berlaku untuk orang dewasa juga.

Tidak hanya bagi anak kecil, orang dewasa pun bisa mendapatkan manfaat dari berjalan tanpa alas kaki alias ‘nyeker’ ini. Kedua sistem sensorik orang dewasa masih bisa dirangsang dengan berjalan tanpa alas kaki, dan koneksi saraf baru masih bisa berkembang. Dengan kata lain, jika Anda memiliki masalah orientasi dan keseimbangan, maka berjalan tanpa sepatu dari waktu ke waktu dapat menjadi solusinya.

“Kapan terakhir kali Anda menanggalkan sepatu dan berjalan tanpa alas kaki di tanah, rumput, atau genangan air? Dorong diri Anda bersama anak-anak untuk mengeksplorasi, bermain, dan membiarkan dunia menggelitik indera Anda! Rasanya luar biasa berhubungan erat dengan bumi di bawah kaki Anda! Selain itu, berjalan tanpa alas kaki dapat mengajak Anda kembali ke masa kecil, di mana Anda dapat kembali mengalami dunia sebagai tempat baru dan menggembirakan, seperti yang dilakukan bayi!” ajak Dr. Flegal. [Menjangan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *