Bang Idin Jawara Penanam 40.000 Pohon Sepanjang Kali Pesanggrahan

MENJANGAN.ID – Jawara Lingkungan, Si Jampang dari Pesanggrahan, atau Si Pitung Pelestari Lingkungan adalah sebutan yang disematkan bagi pria Betawi berusia 58 tahun bernama Haji Chaerudin alias Bang Idin. Sebutan-sebutan itu selaras pantas dengan apa yang sudah dilakukannya.

398469_20130619104653

Ia telah menanam 40 ribu pohon di sepanjang bantaran Kali Pesanggrahan, melakukan konservasi alam, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan bertani dan beternak, membentuk Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana, dan menghijaukan 40 hektar lahan sebagai area hutan kota yang menjadi lokasi keanekaragaman hayati.

Bang Idin (DA 5)_3

Pria kelahiran 13 April 1956 yang tamatan SMP ini memulai penjelajahannya di Kali Pesanggrahan pada 1989. Saat itu ia bertualang selama lima hari enam malam, menyusuri Kali Pesanggrahan ke hulunya di Kaki Gunung Pangrango sejauh 136 km dengan berjalan kaki atau berakit batang pisang. Ia mencari tahu apa saja yang masih tersisa di sepanjang aliran kali. Pohon apa saja yang tak lagi tegak, satwa apa saja yang lenyap, ikan apa saja yang minggat, dan mata air mana saja yang alirannya tersumbat.

5593123_20140507015551

Usahanya dimulai dengan membersihkan sampah. Langkah awal ini ternyata tidak mudah. Berkat kesabaran dan tekad kuat, lambat laun, kesadaran juragan-juragan tanah yang membangun pagar beton tinggi hingga ke bantaran kali mulai tumbuh. Bang Idin kemudian juga mengajak teman-temannya sesama petani penggarap untuk mengikuti langkahnya. Kini, mereka berhasil menanam 40 ribuan pohon produktif di sepanjang bantaran kali. Burung-burung yang dulunya pergi akhirnya kembali. Mata air yang dulu tertutup sampah, kembali hidup. Air kali Pesanggrahan kini sudah normal kembali. Ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak.

part3c

Hal yang paling utama, si Jampang Penghijau ini tidak hanya sekadar merehabilitasi dan melakukan konservasi alam, tetapi juga berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar bantaran kali sehingga mereka bisa hidup dari kegiatan bertani dan beternak.

babeh-1-571e4b1a0f97730a098b459b

Hasilnya sungguh luar biasa. Area seluas 40 hektar, membentang sepanjang tepian Kali Pesanggrahan, menjadi ijo royo-royo. Burung-burung berkicau setiap hari. Bahkan burung cakakak yang bersarang di tanah dan sudah jarang ditemui di wilayah lain di Jakarta, kini juga bisa ditemukan. Pohon-pohon yang mulai langka di Jakarta, seperti buni, jamblang, kirai, salam, tanjung, kecapi, kepel, rengas, mandalka, drowakan, gandaria, dan bisbul dapat dijumpai di sini. Belum lagi tanaman obat yang jumlahnya mencapai 142 jenis.

Foto 231

“Relawan yang saya bina dari berbagai disiplin ilmu jumlahnya sudah ratusan. Mereka kemudian dengan pola yang sama saat ini juga sedang berusaha ‘memerdekakan’ bantaran-bantaran sungai yang lain di Indonesia. Masyarakat yang di kali seperti saya nih seharusnya dirangkul. Duta lingkungan bukan yang cakep-cakep, tapi yang beneran peduli sama lingkungan,” ujarnya.

500xauto-h-chaerudin-bang-idin-59-si-jampang-dari-EAx2k

Kini Bang Idin masih berjuang di bantaran Kali Pesanggrahan dan sekitarnya, melakukan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan pelestarian lingkungan. Meluas untuk menangani kebersihan pantai Ancol, Sampur, reklamasi Waduk Ria-Rio, Pluit, Pulau Mas, penanaman 60 ribu pohon bekerjasama dengan UGM dan pengelolaan laboratorium bambu bekerjasama dengan Belgia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *