Asyiknya Transportasi Umum Gratis Untuk Warga Estonia

MENJANGAN.ID ~ Sejak 2013, ibukota Estonia, yakni kota Tallinn, menggratiskan transportasi umum bagi warganya, setelah diadakan jajak pendapat yang didukung 75% suara. Transportasi umum seantero kota Tallinn diperuntukkan bagi penduduknya, mulai dari kereta, bis, trem, atau bus troli. Mereka cukup membayar 2 euro pertama untuk membuat ‘green card’, selanjutnya gratis tiap hari sepanjang tahun.

Adapun bagi pendatang, entah itu turis atau warga negara Estonia dari luar kota Tallinn, tetap harus membayar layanan transportasi umum tersebut. Kemudian langkah pemerintah kota Tallinn ini dilirik oleh pemerintah pusat Estonia, lalu diterapkan pada layanan transportasi umum, khususnya bis, di seluruh negeri.

Mulai 1 Juli 2018 kemarin, banyak pemerintah daerah di berbagai penjuru Estonia sudah menerapkan sistem transportasi umum gratis bagi warganya. Gratis untuk 24 jam sehari, dan 7 hari seminggu! Tentu saja hal ini ditunjang oleh alokasi dana khusus dari pemerintah pusat. Sehingga daerah-daerah, dari 15 daerah, yang tidak menerapkan kebijakan ini tidak mendapatkan kucuran dana.

Beberapa kota di Perancis dan Jerman juga mempertimbangkan untuk menggratiskan transportasi umum. Tujuannya untuk mengurangi angka kemacetan dan polusi udara. Wales di Inggris juga sedang berkesperimen dengan program bis gratis selama akhir pekan. Nah, jika proyek transportasi gratis di Estonia berhasil, maka negara itu akan menjadi negara pertama di dunia dengan transportasi umum gratis untuk warganya.

Banyak kalangan berpendapat bahwa transportasi umum semestinya memang gratis. Sebagaimana di beberapa negara sudah diterapkan pada sekolah, fasilitas parkir, dan perpustakaan. Hal ini akan berdampak sangat baik bagi perkembangan kota, sebab bisa memperlancar arus transportasi warga untuk berbagai keperluan komersil maupun non-komersil.

Di laman resminya, pemerintah daerah kota Tallinn di Estonia menyatakan bahwa program transportasi gratis sangat menguntungkan bagi warga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Selain itu juga mendorong pengeluaran warga dengan tingkat ekonomi ke atas untuk dibelanjakan di restoran, kafe, dan toko-toko setempat.

Dengan mendaftar sebagai warga kota Tallin, artinya kota tersebut mendapat jatah pajak nasional yang dibayar oleh warga bersangkutan. Sehingga ia berhak mendapatkan pelayanan fasilitas yang disediakan kota dimana ia tinggal.

“Kami yakin bahwa langkah ini tidak hanya bisa menutup biaya operasional, tapi juga menambah pemasukan alias surplus. Buktinya, pemasukan kami dari moda transportasi ini menjadi berlipat-lipat, meskipun pada awal menyediakan transportasi gratis kami kehilangan banyak. Kami senang melihat banyak orang yang mendaftar sebagai warga kota Tallin untuk menikmati layanan transportasi gratis,” ungkap Allan Alaküla ketua Tallinn European Union Office kepada PopUpCity.

Selain itu, transportasi umum gratis mendorong masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi mereka di rumah. Hal ini tentu saja mengurangi kadar polusi udara, polusi suara, juga tingkat kemacetan dalam kota. Namun harapan ini masih jauh dari fakta di lapangan. Pasalnya, analisa yang dilakukan pada 2016 menunjukkan bahwa perilaku masyarakat tidak bisa ditebak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2014 yang merupakan tahun pertama dilakukan percobaan transportasi gratis, penggunaan transportasi umum gratis meningkat 14% tetapi penggunaan kendaraan pribadi hanya menurun 5%. Ternyata sebagian besar pengguna transportasi umum gratis adalah para pejalan kaki. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya angka pejalan kaki sebanyak 40%.

Meski demikian, bukan berarti kebijakan ini sia-sia. Sebab ada banyak variabel lain yang harus dibenahi untuk mewujudkan efek-efek positif yang diharapkan dari kebijakan transportasi umum gratis. Setidaknya, efek positif jangka pendek dari kebijakan ini adalah pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari tingkat ekonomi menengah ke bawah.

*Sumber: World Economic Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *