Anakku (20 Bulan) Kecanduan HP Karena Aku Sendiri

Sudah beberapa hari ini saya dibuat kaget sama Aisha (20 bulan). Saya gak pernah buka youtube di hp saya, tapi Aisha bisa. Bahkan saat saya masukan app youtube–yang gak bisa saya hapus– ke sebuah folder menu bersama app yang lain, Aisha bisa nemuinnya.

Meski yang dibuka adalah Tayo yang entah gimana bisa muncul di pencarian utama app youtube hp saya, saya tetap gak ridho karena saya komit anak saya baru boleh pegang hp sendiri di masa SMP. Itu pun dengan jadwal tertentu yang telah disepakati.

Saya tambah dibuat kaget saat Aisha tantrum setiap kali HP-nya saya rebut. Aisha berusaha mukul atau gigit saya. Kalau saya menghindar dari gigitannya, Aisha jatuhin dirinya sendiri atau mengigit tangannya sendiri. Saya gak habis pikir, apakah itu ‘insting alami’ dari seorang anak, ataukah perbuatan tersebut muncul jika anak melihat contoh yang demikian. Padahal di rumah, jangankan pukul atau gigit, kata-kata bernada tinggi pun tak pernah terdengar. Jujur, inilah kali pertama saya patah hati. Sakit banget rasanya. Serasa gagal jadi seorang ibu.

Saya akui, kecanduan anak terhadap HP mungkin karena saya sendiri sebagai ibunya gak bisa lepas dari hp. Apalagi kerjaan olshoper ya di hp. Bahkan dari zaman sma apalagi kuliah, saya sering disebut Miss Sosmed. Ini kali ya balasanny utk saya? Astaghfirullaah.

Meskipun bersosmed juga gak dipakai neko-neko, tapi saya tetap harus bijak terhadap waktu yang digunakan dalam bersosmed. Bukan hanya bijak terhadap isinya, tapi terhadap waktunya juga. Oleh karena itu, mulai detik ini saya hanya akan memegang hp saat benar-benar tidak dilihat Aisha.

Tambahan: saran-saran dari psikiater anak, dr. Jiemi Ardian di akun twitternya @jiemiardian;

*

Sumber: wall FB Tri Fani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *